PENTINGNYA BELAJAR SEJARAH FISIKA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN FISIKA DI SEKOLAH

PENTINGNYA BELAJAR SEJARAH FISIKA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN FISIKA DI SEKOLAH

I. PERMASALAHAN

1. Apa yang dimaksud dengan sejarah?

2. Pentingkah belajar sejarah fisika dalam hubungannya dengan kegiatan pembelajaran fisika di sekolah?

II. PEMBAHASAN

1). Pengertian Sejarah

Sejarah secara sempit adalah sebuah peristiwa manusia yang bersumber dari realisasi diri, kebebasan dan keputusan daya rohani. Sedangkan secara luas, sejarah adalah setiap peristiwa (kejadian). Sejarah adalah catatan peristiwa masa lampau, studi tentang sebab dan akibat. Sejarah kita adalah cerita hidup kita.

Sejarah sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa karena:

1. Sejarah merupakan gambaran kehidupan masyarakat di masa lampau.

2. Dengan sejarah kita dapat lebih mengetahui peristiwa/kejadian yang terjadi di masa lampau.

3. Peristiwa yang terjadi di masa lampau tersebut dapat dijadikan pedoman dan acuan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di masa kini dan yang akan datang.

4. Dengan sejarah kita tidak sekedar mengingat data-data dan fakta-fakta yang ada tetapi lebih memaknainya dengan mengetahui mengapa peristiwa tersebut terjadi.

Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun yang berarti pohon, artinya sebuah pohon yang terus berkembang dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih kompleks atau lebih maju.

`Dalam bahasa Inggris, kata sejarah (history) berarti masa lampau umat manusia. Dalam bahasa Jerman, kata sejarah (geschicht) berarti sesuatu yang telah terjadi. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang ditulis oleh W.J.S. Poerwadaraminta menyebutkan bahwa sejarah mengandung tiga pengertian sebagai berikut:

  1. Sejarah berarti silsilah atau asal usul.
  2. Sejarah berarti kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
  3. Sejarah berarti ilmu, pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

Beberapa pengertian sejarah yang dikemukakan oleh para ahli adalah sebagai berikut:

  • J.V. Bryce, sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.
  • W.H. Walsh, sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.
  • Patrick Gardiner, sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
  • Roeslan Abdulgani, ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.
  • Moh. Yamin, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.
  • Ibnu Khaldun (1332-1406), sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.
  • Moh. Ali, dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:

-Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

-Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

-Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Sejarah mempunyai sifat yang khas dibanding ilmu yang lain, yaitu:

1. Adanya masa lalu yang berdasarkan urutan waktu atau kronologis.

2. Peristiwa  sejarah menyangkut tiga dimensi waktu yaitu masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang.

3. Ada hubungan sebab akibat atau kausalitas dari peristiwa tersebut.

4. Kebenaran dari peristiwa sejarah bersifat sementara (merupakan hipotesis) yang akan gugur apabila ditemukan data pembuktian yang baru.

Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji secara sistematis keseluruhan perkembangan proses perubahan dinamika kehidupan masyarakat dengan segala aspek kehidupannya yang terjadi di masa lampau.

Mengapa sejarah selalu berhubungan dengan masa lalu atau lampau?

Masa lampau itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Tetapi, masa lampau bukan merupakan suatu masa yang final, terhenti, dan tertutup. Masa lampau itu bersifat terbuka dan berkesinambungan. Sehingga, dalam sejarah, masa lampau manusia bukan demi masa lampau itu sendiri dan dilupakan begitu saja sebab sejarah itu berkesinambungan apa yang terjadi dimasa lampau dapat dijadikan gambaran bagi kita untuk bertindak dimasa sekarang dan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Sehingga, sejarah dapat digunakan sebagai modal bertindak di masa kini dan menjadi acuan untuk perencanaan masa yang akan datang.

Masa Lampau, merupakan masa yang telah dilewati oleh masyarakat suatu bangsa dan masa lampau itu selalu terkait dengan konsep-konsep dasar berupa waktu, ruang, manusia, perubahan, dan kesinambungan atau when, where, who, what, why, dan How.

Kejadian yang menyangkut kehidupan manusia merupakan unsur penting dalam sejarah yang menempati rentang waktu. Waktu akan memberikan makna dalam kehidupan dunia yang sedang dijalani sehingga selama hidup manusia tidak dapat lepas dari waktu karena perjalanan hidup manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri. Perkembangan sejarah manusia akan mempengaruhi perkembangan masyarakat masa kini dan masa yang akan datang.

Pengertian Sejarah dari Beberapa Sudut Pandang

I. Sejarah SebagaI Kisah

Sejarah sebagai kisah merupakan rekonstruksi dari suatu peristiwa yang dituliskan maupun diceritakan oleh seseorang.

Sejarah sebagai sebuah kisah dapat berbentuk lisan dan tulisan.

A. Bentuk lisan, contoh penuturan secara lisan baik yang dilakukan oleh seorang maupun kelompok tentang peristiwa yang telah terjadi.

B. Bentuk tulisan, dapat berupa kisah yang ditulis dalam buku-buku sejarah.

Sejarah sebagai kisah sifatnya akan subjektif karena tergantung pada interpretasi atau penafsiran yang dilakukan oleh penulis sejarah. Subjektivitas terjadi lebih banyak diakibatkan oleh faktor-faktor kepribadian si penulis atau penutur cerita.

Sejarah sebagai kisah dapat berupa narasi yang disusun berdasarkan memori, kesan, atau tafsiran manusia terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi pada waktu lampau. Sejarah sebagai kisah dapat diulang, ditulis oleh siapapun dan kapan saja. Untuk mewujudkan sejarah sebagai kisah diperlukan fakta-fakta yang diperoleh atau dirumuskan dari sumber sejarah. Tetapi tidak semua fakta sejarah dapat diangkat dan dikisahkan hanya peristiwa penting yang dapat dikisahkan.

Faktor yang harus diperhatikan dan mempengaruhi dalam melihat sejarah sebagai kisah, adalah sebagai berikut:

1. Kepentingan  yang diperjuangkannya

Faktor kepentingan dapat terlihat dalam cara seseorang menuliskan dan menceritakan kisah atau peristiwa sejarah. Kepentingan tersebut dapat berupa kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok.

Contoh:

Seorang pencerita biasanya akan lebih menonjolkan perannya sendiri dalam suatu peristiwa. Misalnya, seorang pejuang akan menceritakan kehebatanya dalam menghadapai penjajah.

2. Kelompok sosial dimana dia berada

Dalam hal ini adalah lingkungan tempat ia bergaul, berhubungan dengan sesama pekerjaannya atau statusnya. Darimana asal pencerita sejarah tersebut juga mempengaruhi cara penulisan sejarah.

Contoh:

Seorang sejarahwan akan menulis sejarah dengan menggunakan kaidah akademik ilmu sejarah sedang seorang wartawan akan menulis sejarah dengan bahasa wartawan.

3. Perbendaharaan pengetahuan yang dimilikinya

Pengetahuan dan latar belakang kemampuan ilmu yang dimiliki pencerita sejarah juga mempengaruhi kisah sejarah yang disampaikan. Hal tersebut dapat terlihat dari kelengkapan kisah yang akan disampaikan, gaya penyampaian, dan interpretasinya atas peristiwa sejarah yang akan dikisahkannya.

4. Kemampuan bahasa yang dimilkinya

Pengaruh kemampuan bahasa seorang penutur atau pencerita sejarah sebagai kisah terlihat dari hasil rekonstruksi penuturan kisah sejarah. Hal ini akan sangat bergantung pada kemampuan bahasa si penutur kisah sejarah.

II. Sejarah Sebagai Ilmu

Sejarah merupakan ilmu yang mempelajari masa lampau manusia. Sebagai ilmu, sejarah merupakan ilmu pengetahuan ilmiah yang memiliki seperangkat metode dan teori  yang dipergunakan untuk meneliti dan menganalisa serta menjelaskan kerangka masa lampau yang dipermasalahkan.

Sejarawan harus menulis apa yang sesungguhnya terjadi sehingga sejarah akan menjadi objektif. Sejarah melihat manusia tertentu yang mempunyai tempat dan waktu tertentu serta terlibat dalam kejadian tertentu sejarah tidak hanya melihat manusia dalam gambaran dan angan-angan saja.

Sejarah sebagai ilmu memiliki objek, tujuan dan metode. Sebagai ilmu sejarah bersifat empiris dan tetap berupaya menjaga objektiviatsnya sekalipun tidak dapat sepenuhnya menghilangkan subjektifitas.

Menurut Kuntowijoyo, ciri-ciri atau karakteristik sejarah sebagai ilmu adalah sebagai berikut.

a. Bersifat Empiris

Empiris berasal dari kata Yunani emperia artinya pengalaman, percobaan, penemuan, pengamatan yang dilakukan.

Bersifat empiris sebab sejarah melakukan kajian pada peristiwa yang sungguh terjadi di masa lampau. Sejarah akan sangat tergantung pada pengalaman dan aktivitas nyata manusia yang direkam dalam dokumen. Untuk selanjutnya dokumen tersebut diteliti oleh para sejarawan untuk menemukan fakta yang akan diinterpretasi/ditafsirkan menjadi tulisan sejarah. Sejarah hanya meninggalkan jejak berupa dokumen.

b. Memiliki Objek

Objek sejarah yaitu perubahan atau perkembangan aktivitas manusia dalam dimensi waktu (masa lampau).

Waktu merupakan unsur penting dalam sejarah. Waktu dalam hal ini adalah waktu lampau sehingga asal mula maupun latar belakang menjadi pembahasan utama dalam kajian sejarah.

c. Memiliki Teori

Teori merupakan pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa. Teori dalam sejarah berisi satu kumpulan tentang kaidah-kaidah pokok suatu ilmu. Teori tersebut diajarkan berdasarkan keperluan peradaban. Rekonstruksi sejarah yang dilakukan mengenal adanya teori yang berkaitan dengan sebab akibat, eksplanasi, objektivitas, dan subjektivitas.

d. Memiliki Metode

Metode merupakan cara yang teratur dan terpikir baik untuk mencapai suatu maksud. Setiap ilmu tentu memiliki tujuan. Tujuan dalam ilmu sejarah adalah menjelaskan perkembangan atau perubahan kehidupan masyarakat. Metode dalam ilmu sejarah diperlukan untuk menjelaskan perkembangan atau perubahan secara benar. Dalam sejarah dikenal metode sejarah guna mencari kebenaran sejarah. Sehingga seorang sejarawan harus lebih berhati-hati dalam menarik kesimpulan jangan terlalu berani tetapi sewajarnya saja.

e. Mempunyai Generalisasi

Studi dari suatu ilmu selalu ditarik suatu kesimpulan. Kesimpulan tersebut menjadi kesimpulan umum atau generalisasi. Jadi generalisasi merupakan sebuah kesimpulan umum dari pengamatan dan pemahaman penulis.

Ilmu pengetahuan sosial sifatnya selalu berubah dan mudah terjadi sebab kondisi setempat berubah, waktunya berubah, dan adanya pengaruh dari luar. Manusia tetap ingin tahu yang terjadi di masa lampau. Sejarah berbeda dengan ilmu sosial atau kemanusiaan yang lain seperti antropologi dan sosiologi sebab :

1. Sejarah membicarakan manusia dari segi waktu yang artinya sejarah memperhatikan perkembangan, kesinambungan, pengulangan, dan perubahan.

2. Dalam meneliti objeknya, sejarah berpegangan pada teorinya sendiri. Teori tersebut ditemukan dalam setiap tradisi sejarah. Teori sejarah diajarkan sesuai dengan keperluan peradaban masing-masing tradisi.

3. Sejarah juga mempunyai generalisasi, dalam menarik kesimpulan umumnya dapat juga sebagai koreksi terhadap ilmu-ilmu lain.

4. Sejarah juga mempunyai metode sendiri yang sifatnya terbuka dan hanya tunduk pada fakta.

5. Sejarah membutuhkan riset, penulisan yang baik, penalaran yang teratur dan sistematika yang runtut, serta konsep yang jelas.

2). Pentingnya belajar sejarah fisika dalam hubungannya dengan kegiatan pembelajaran fisika di sekolah.

Sejarah dalam bidang apapun sangat penting untuk dipelajari. Sebab melalui sejarah, kita dapat mempelajari berbagai pengetahuan dan ilmu. Dari sejarah, kita dapat mempelajari keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai, cara pencapaian, cara mengatasi hambatan, dan hal-hal lainnya. Dari keberhasilan itu tidak jarang tercipta keberhasilan baru, sebagai pelengkap atau penyempurnanya.

Sejarah fisika sangat penting sekali untuk dipelajari, terutama dalam hubungannya dengan kegiatan pembelajaran fisika di sekolah. Karena dengan pengetahuan sejarah yang banyak yang tentunya berkaitan dengan fisika, itu akan sangat memudahkan seorang guru dalam mengajar muridnya. Jadi, murid-murid tidak akan cepat bosan dan itu akan membuat mereka merasa tertarik, karena itu akan menambah pengetahuan mereka dan mereka bisa belajar dengan santai, tanpa harus menguras otak untuk berpikir. Sehingga mereka tidak akan beranggapan kalau fisika itu adalah pelajaran yang sangat membosankan dan hanya mengandalkan rumus saja, tanpa perlu mengetahui konsep-konsep apa saja yang terkandung dalam rumus-rumus tersebut. Semua murid itu perlu untuk mempelajari atau mengetahui semua sejarah yang berkaitan dengan fisika, karena dengan mengetahui banyak sejarah, pengetahuan mereka akan bertambah luas, dan bahkan mungkin dari sejarah-sejarah tersebut mereka bisa menemukan penemuan-penemuan baru yang mungkin bisa memperbaiki penemuan-penemuan sebelumnya. Jadi, intinya sejarah fisika itu penting untuk dipelajari.

III. Kesimpulan

Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.

  1. Peristiwa yang abadi: Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa.
  2. Peristiwa yang unik: Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.
  3. Peristiwa yang penting: Peristiwa sejarah mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.

Sejarah dalam bidang apapun sangat penting untuk dipelajari. Misalnya belajar tentang sejarah fisika, ini sangat penting sekali terutama dalam hubungannya dengan pembelajaran di sekolah. Sebab melalui sejarah fisika, kita dapat mempelajari berbagai pengetahuan dan ilmu. Dari sejarah fisika, kita dapat mempelajari keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai para ilmuan-ilmuan sebelumnya, bagaimana cara mereka mencapai penemuan-penemuannya, cara mereka mengatasi hambatan, dan hal-hal lainnya. Dari keberhasilan itu tidak jarang tercipta keberhasilan baru, sebagai pelengkap atau penyempurnanya. Jadi, selain kita mempelajari materi-materi tentang fisika, kita juga perlu mengetahui konsep-konsep yang terkandung dalam materi tersebut dengan cara mempelajari sejarah fisika. Dan semakin banyak kita mempelajari tentang sejarah, baik itu sejarah fisika atau sejarah-sejarah lainnya, itu akan membuat pengetahuan kita betambah luas dan memungkinkan kita untuk menimbulkan ide-ide baru.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber : LKS Pelita (penuntun belajar kreatif). Kelas X semester I

http://blog.unila.ac.id/redha/2010/04/12/definisi-ilmu-sejarah/.html

http://rinanditya.webs.com/pengertiansejarah.html

http://www.fisika-indonesia.co.cc/2010/08/sejarah-fisika.html

http://www.akujagoan.com/2010/10/sejarah-fisika.html

Beberapa pendapat orang-orang terdekat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: